MONITORING

[ English ]   

Sumatran Rhinos and Tigers Trade Monitoring Unit (1999 - 2002)

Badak sumatera (Dicerorhinus sumatraensis) dan Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah dua spesies dari kelompok mamalia yang pada saat ini keberadaanya terancam punah. Sementara daerah penyebarannya dan habitat yang terbatas di pulau Sumatera telah terfragmentasi dan turut mengalami kerusakan dari waktu-waktu.  

Dahulu, ancaman utama yang mengakibatkan Harimau jawa (Panthera tigris sondaica) dan Harimau bali (Panthera tigris balica) punah adalah karena berkurangnya habitat, tetapi kalangan ahli biologi terkejut ketika diketahui begitu banyaknya permintaan produk badak dan harimau untuk keperluan obat tradisional Asia, mereka baru menyadari pada tahun 1980an. Ancaman kepunahan ternyata juga dominan dari perburuan ilegal untuk mendapatkan organ-organ tertentu dari badak dan harimau yang berakibat semakin langkanya satwa tersebut.

World Wide Fund for Nature (WWF Indonesia), sebuah lembaga independen yang  berorientasi pada perlindungan alam (konservasi) bekerja sama dengan Yayasan WARSI semenjak April 1999 hingga sekarang untuk monitoring perdagangan Badak sumatera (Dicerorhinus sumatraensis) dan Harimau sumatera  (Panthera tigris sumatrae).

LOKASI  
Monitoring perdagangan ilegal produk Badak sumatera dan Harimau Sumatera dilakukan di empat propinsi, Sumbar, Jambi, Sumsel dan Bengkulu. Dimana merupakan wilayah kerja jaringan Yayasan WARSI. Namun karena keterbatasan kegiatan tersebut baru efektif terfokus di Sumbar dan Jambi.

KEGIATAN

  1. Beberapa kegiatan yang dilakukan:

  2. Monitoring perburuan Badak sumatera dan Harimau sumatera  dari alam.

  3. Monitoring Perdagangan Badak sumatera dan Harimau sumateraMoniotoring pasar terutama di outlet yang memperdagangkan produk Badak dan Harimau sumatera.

  4. Koordinasi dengan kantor KSDA setempat dan LSM jaringan WARSI.