RUPES

[ English ]   

Rewarding Upland Poor Environmental Services (2005 -2008)


P
rogram ini didukung oleh ICRAF dan telah berjalan sejak tahun 2005, dengan lokasi beberapa desa di penyangga kawasan TNKS di desa Lubuk Beringin dan Letung Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, Secara khusus aktifitas RUPES dilakukan secara bersama oleh KKI WARSI, ICRAF dan Gita Buana untuk fase aktifitas selama 3 tahun dengan mengambil lokasi di Kabupaten Bungo. Seperti di banyak lokasi lain di Sumatra bagian selatan, Kabupaten Bungo juga banyak terdapat suatu sistem penggunaan lahan yang dikenal dengan kebun karet agroforest. Kebun karet campur merupakan kearifan lokal masyarakat yang sudah diwarisi secara turun temurun.  Dengan struktur dan profil vegetasi yang menyerupai hutan alam, diduga mampu untuk menjadi habitat alternatif bagi sebagian besar kehidupan yang berasal dari hutan. Oleh karena itu fokus kegiatan RUPES Bungo adalah konservasi keanekaragaman hayati di dalam kebun karet campur.  Kabupaten Bungo dipilih sebagai lokasi penelitian aksi RUPES karena beberapa hal; diantaranya adalah lokasinya yang secara geografis dan bio-fisik sangat penting untuk konservasi keanekaragaman hayati.  Selain letak Kabupaten Bungo yang diapit oleh oleh Taman Nasional Kerinci Seblat, Bukit Duabelas dan Bukit Tigapuluh, dinamika perubahan lahan yang terekam oleh analisa citra Landsat dimana meskipun pengurangan kawasan hutan dan perkebunan monokultur bertambah dengan cepat tetapi kebun karet campur cenderung stabil keberadaannya, membuat lokasi ini menjadi objek penelitian yang sangat menarik.  Dengan kondisi pasar yang ada hingga saat ini, produktivitas kebun karet campur dapat dikatakan  marjinalHal ini menyiratkan bahwa sangat mungkin sekali faktor ekonomi bukan menjadi pertimbangan utama pemilihan sistem kebun karet campur
.

Fokus utama kegiatan ini nantinya adalah : memformulasi skema reward untuk petani karet yang selama ini mengelola kebunnya dengan sistem agroforest (sesuatu yang lazim di Jambi), memperkuat kelembagaan/organisasi di tingkat petani, mengkomunikasikan dan mempromosikannya dengan pemangku kebijakan (di daerah dan pusat), mengujicobakan skema yang disepakati, dan mencarikan lembaga internasional lainnya yang bersedia mendukung penghargaan untuk petani atas kontribusi biodiversitas kebun karetnya untuk jangka panjang.  RUPES sendiri merupakan program yang didukung oleh konsorsium berbagai lembaga internasional seperti CI, IFAD, ICRAF, WRI, IUCN dan beberapa lembaga lainnya.  Substansi program ini secara keseluruhan adalah bagaimana memberikan reward  untuk jasa-jasa lingkungan secara luas seperti air, agroforest, keindahan alam, udara bersih dan lainnya.  Bagi WARSI, melalui RUPES ini diharapkan ada cakrawala baru terutama berkaitan dengan aksi-aksi nyata yang berhubungan langsung dengan perbaikan ekonomi masyarakat, hal mana seringkali dipertanyakan oleh banyak pihak.  Selain itu juga ini bisa dikawinkan dengan program-program KKI WARSI yang lain seperti program CBFM dan DAS Batanghari.

Saat ini, RUPES sendiri juga tengah mengembangkan kelompok tani karet di setiap sub hamparan.  Sampai saat ini, kelompok tani karet Lubuk Beringin telah membibitkan 20.000 batang karet dan mempunyai kebun entres, secara swadaya masyarakat juga telah membibitkan sekitar 60000 batang karet.  Kedepannya, kelompok ini akan menjadi salah satu kelompok yang akan diandalkan dalam mekanisme rewarding RUPES Bungo.

Untuk penguatan institusi/kelembagaan masyarakat (terutama kelompok simpan pinjam dan kelompok tani) berbagai kegiatan telah dan tengah dilakukan oleh tim RUPES Bungo.  Pada tingkat identifikasi, analisa pemangku kepentingan telah dilaksanakan di tingkat desa dan kabupaten.  Pada tingkat desa, untuk meningkat kemampuan berorganisasi pelatihan Dinamika Kelompok, Pelatihan Manajemen Organisasi dan pelatihan Pembukuan Kelompok telah diberikan.  Dan untuk sisi teknis, bekerjasama dengan inisiatif lain yang sedang dilaksanakan oleh ICRAF (proyek CFC), kelompok tani karet juga telah mendapatkan pelatihan budidaya karet.  Sedangkan untuk meningkatkan kapasitas anggota, beberapa anggota kelompok dan pengurusnya diikutkan pada studi banding, lokakarya dan berbagai pertemuan di kabupaten maupun nasional.  Kunjung silang antar petani karet di Muara Bungo juga sudah dan terus akan dilakukan.  Saat ini di site RUPES Bungo tengah dilakukan Pemetaan partisipatif bersama masyarakat. Tim RUPES Bungo didalam mensosialisasikan kegiatan sangat hati-hati sekali terutama bila berhubungan dengan persoalan imbal jasa.  Meskipun begitu, kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah akan kelestarian lingkungan dilakukan secara intensif.  Pembuatan leaflet, kalender dan video tentang kebun karet campur (sedang dalam proses pengisian narasi), dan pendampingan di tingkat hamparan dan partisipasi tim RUPES-Bungo dalam diskusi kebijakan dan penyusunan RTRW Kabupaten juga terprogram dalam rencana kerja RUPES-Bungo.