Home > Matahati >

  LUMBUNG ENERGI

 

Matahati 2010

Pusat Pengembangan Lumbung Energi Listrik Ramah Lingkungan di Pedesaan
(Program Inisiasi Awal KKI Warsi)

Oleh: Bening Sugiyanto

(Program Inisiasi Awal KKI Warsi)





 

Sejak tahun 2007 pemerintah telah mengembangkan  program  dalam skala nasional yaitu program Desa Mandiri Energi (DME). Program ini dimaksudkan untuk mendapatkan solusi kongkrit dalam mengatasi persoalan ketergantungan masyarakat  pada penggunaan BBM,  yang selama ini menjadi  sumber utama pemenuhan akan energi. 

Pemikiran atau gagasan tersebut pada tingkat pelaksanaan diwujudkan dalam beberapa bentuk yang diantaranya adalah pertama, pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN), kedua pengembangan listrik yang bersumber dari energy baru terbarukan yang tersedia di kawasan desa, seperti yang mudah dijumpai yaitu sumber daya air, angin, matahari, biogas.

Kebijakan makro yang dikuatkan dengan  Peraturan Presiden RI Nomor 5 tahun 2006 tersebut, saat ini telah mencapai 623 desa rintisan yang tersebar diberbagai propinsi dari rencana pencanangan yaitu 2000 Desa Mandiri Energi (DME) pada tahun 2015.

Pada kesempatan lain dan dengan dalam pendekatan yang berbeda  kalangan organisasi non pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat desa, ternyata secara simultan juga menumbuhkan prakarsa-prakarsa inovatif yang berkaitan dengan masalah keenergian. Seperti kegiatan pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hydro yang dimanfaatkan  untuk konsumsi penerangan dan  juga untuk membantu menggerakkan usaha-usaha produktif di pedesaan.  Salah satu contoh dapat dijumpai     pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di dusun Ciwaluh Bogor yang energinya dimanfaatkan untuk pemanas pada green house produk pertanian, dusun Lebak Picung Banten untuk pemasak gula merah, desa Jangkat dan sekitarnya di Kabupaten Merangin Jambi masih terfokus pada penerangan, yang pada perencanaan ke depan terutama pada musim penghujan  energy listriknya akan digunakan untuk pengeringan Kayumanis. Seperti halnya juga dapat dijumpai berbagai pembangkit listrik mikro hydro yang dibangun kolaboratif antar pihak pada desa-desa di wilayah kerja KKI Warsi yaitu di beberapa wilayah di Jambi, seperti pembangkit listrik Tenaga Kincir Air di Dusun Lubuk Beringin dan pembangkit listrik mikro hidro di beberapa desa di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat.

Dalam pandangan KKI Warsi fenomena tersebut menjadi cukup menarik. Munculnya suatu kecenderungan  yang arahnya sangat positif yaitu terjadinya titik temu kesadaran berbagai pihak untuk ikut berperan dalam mengatasi persoalan krisis energy. Terutama munculnya alternatif  pembaruan energy listrik dari bahan bakar fosil menjadi pembangkit listrik yang bersumber pada daya dukung alam terbarukan dan berkelanjutan.

Selanjutnya juga hal tersebut menjadi suatu peneguhan bagi kerja Warsi selama ini, bahwa ternyata kawasan konservasi  telah dapat terbukti dan dimanfaatkan jasa lingkungannya oleh berbagai pihak untuk kepentingan yang positif yaitu penyediaan energy listrik yang ramah lingkungan.

Untuk itu Warsi pada kesempatan ke depan perlu mengambil peran dan mendorong berbagai kreasi yang mengarah kepada suatu kekuatan kemandirian energy pedesaan. Sekaligus menumbuhkannya  menjadi ketahanan baru bagi masyarakat yaitu ketahanan energy listrik yang berkelanjutan tanpa merusak lingkungan, seperti halnya lumbung-lumbung pangan yang selalu tersedia dan terjaga keberadaannya maupun sumbernya.  

LUMBUNG ENERGI LISTRIK RAMAH LINGKUNGAN

Lumbung Energi Listrik adalah suatu upaya masyarakat pedesaan dalam menyediakan energy listriknya sendiri dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal yang tersedia. Dengan memanfaatkan sumber energy yang tersedia di desa seperti air. Disamping itu juga masyarakat  mampu membangun pola pengamanan kawasan tangkapan hulu  sampai hilirnya  secara terintegrasi, sehingga menjamin kelangsungan sumber energy berkelanjutan.

LUMBUNG ENERGI LISTRIK RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI SEBUAH STRATEGI DAN MODEL.

Sebagai sebuah strategi kegiatan tersebut, diharapkan mampu memberikan warna dan semangat bagi semua pihak untuk berkontribusi dalam mengupayakan terwujudnya ketahanan energy listrik  di pedesaan, yang dirancang secara terintegrasi dan tanpa merusak lingkungan.

Sebagai sebuah model bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan sebagai suatu rintisan diberbagai lokasi dimana masyarakat itu tinggal  sesuai dengan potensi dasar yang dimilikinya.

TUJUAN PUSAT PENGEMBANGAN INISIATIF

Beberapa tujuan inisiatif ini diantaranya adalah:

1.   Untuk memberikan insentif bagi masyarakat pedesaan yang secara berkelanjutan mampu membangun pembangkit listrik yang bersumber pada energy baru terbarukan (Renewable Energy).

2.   Untuk mendorong tumbuhnya suatu  jejaring yang dapat memperkuat keberlangsungan kelembagaan ditengah masyarakat.

3.   Membantu masyarakat dalam mengakses teknologi yang dibutuhkan dan membuka peluang terjadinya peningkatan kapasitas.

4.   Membantu masyarakat dalam mengakses pendanaan dalam pengembangan industri pedesaan dan atau rumah tangga yang menggunakan listrik ramah lingkungan.

5.   Membangun jembatan antar pihak antara masyarakat, swasta, pemerintah, NGO dll, dalam mengembangkan lumbung energy listrik di pedesaan.

6.   Pusat pengembangan dan konsultasi teknologi tepat guna pembangkit listrik energy terbarukan.

KEGIATAN PRIORITAS.

1.   Inventarisasi profil masyarakat pengguna pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

2.   Membangun cluster-cluster jaringan masyarakat pengguna pembangkit listrik ramah lingkungan.

3.   Memfasilitasi pengembangan kantong-kantong daerah tangkapan air.

4.   Melakukan pengukuran luas daerah tangkapan air dan debit air sungai yang digunakan sebagai pembangkit.

5.   Membangun prototype pembangkit energy baru terbarukan (Tenaga Surya).

6.   Melakukan pelatihan-pelatihan teknis yang dibutuhkan masyarakat.

7.   Membuat kolom baru pada website Warsi tentang pusat pengembangan lumbung Energi listrik di pedesaan.

KELEMBAGAAN INISIATIF Dan JANGKAUAN KERJA

Dalam mengimplementasikan inisiatif tersebut, akan disusun ad hoc atau satgas yang akan disiapkan oleh badan pelaksana. Sedangkan penanggung jawab pengelolaan akan ditugaskan salah satu pengurus warsi yang berkompeten untuk mengawal inisiatif tersebut selama 6 bulan dan siap menjadi salah satu pilar program inovatif KKI warsi. 

Kegiatan yang sifatnya rintisan tersebut akan terfokus pada wilayah terdekat di daerah dampingan Warsi selama ini terutama di Propinsi Jambi, dengan tidak menutup kemungkinan merintis jaringan yang lebih luas regional Sumbagsel ataupun Sumatera. 



Copyright WARSI 1999 - 2014.  All Rights Reserved. | log in |