|
|||||||
|
|
|||||||
|
|||||||
|
KEGIATAN
FASILITASI KESEHATAN Apa sih yang dilakukan fasilitasi kesehatan di lapangan? Tentu
saja tidak jauh dari memberikan pelayanan pengobatan kepada mereka.
Kegiatan ini dilakukan dengan cara mendatangi satu-persatu kelompok
mereka, tentu saja hal ini akan membuat satu kelompok hanya mendapat
kunjungan setiap 2-3 bulan sekali. Kelompok Orang Rimba tersebar di
seluruh bukit dua belas sehingga untuk menemui setiap kelompok harus
berjalan kadang-kadang sampai setengah hari perjalanan. Mungkin hal ini
pula yang membuat petugas kesehatan jarang mengunjungi dan mereka pun
enggan untuk berobat ke fasilitas kesehatan yang ada, seperti Puskesmas. Saat datang ke tempat mereka pada jarak tertentu kita harus bersasalungon yaitu berteriak memanggil sampai mereka memberikan ijin. Di komunitas Orang Rimba saya dipanggil lokoter (dokter) tapi sering pula saya dipanggil mentri (mantri), apakah artinya nama yang penting kedatangan saya selalu mereka sambut dengan berbagai rintihan yang menunjukkan betapa menderita mereka oleh penyakitnya. Kemampuan mereka dalam mengekspresikan rintihan sangat meyakinkan sehingga sering membuat orang terheran karena setelah selesai pengobatan mereka akan berjalan dengan kelincahan yang mengagumkan. Terlepas dari trend pengobatan yang beralih ke obat-obat tradisional saat ini masih diberikan obat-obat kimiawi untuk meringankan keluhan mereka. Walaupun demikian selalu dianjurkan untuk memakai obat-obat tradisional yang biasa mereka pakai. Sayangnya penggunaan obat tradisional rimba masih banyak bukan dalam bentuk ramuan tetapi hanya ditempelkan saja serupa dengan koyo, sehingga efektifitasnya masih diragukan.
Infeksi saluran nafas dan paru-paru, malaria,
infeksi jamur kulit, impetigo, kecacingan, diare dan masalah gigi
berlubang adalah kasus-kasus yang lazim dihadapi. Hampir semua
penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah dengan meningkatkan kebersihan
diri mereka. Sehingga saat pengobatan harus selalu diberikan penyuluhan
kesehatan walaupun belum tentu mereka lakukan, tetapi dengan seringnya
diberitahu maka mungkin saja satu saat mereka akan melakukannya atas
kemauan sendiri. Masalah
infeksi saluran nafas diperberat lagi dengan
kebiasaan merokok yang telah dimulai dalam usia yang sangat dini
dan dilakukan pula oleh wanita terutama yang berusia tua. Keluhan batuk
berdarah atau Asma tidak sedikit dijumpai. Walaupun demikian saat
disarankan untuk mengurangi atau menyetop kebiasaan merokok maka mereka
akan berkata lebih baik mati saja daripada tidak merokok. Beberapa pantangan seperti larangan untuk memakai sabun baik
untuk mencuci pakaian atau untuk mandi di satu sisi menjamin tak
terjadinya polusi sungai tetapi di lain pihak pada beberapa kelompok
membuat infeksi Jamur sebagai masalah kesehatan utama yang mereka hadapi,
misalnya pada kelompok Orang Rimba Kejasung.
Masalah kesehatan reproduksi masih merupakan hal yang sakral sehingga mereka tak mengijinkan orang luar untuk mencampurinya. Tetapi beberapa wanita mulai mau memeriksakan kehamilannya, dan saat mengalami kesukaran pengeluaran placenta beberapa kelompok telah punya keinginan meminta bantuan tenaga medis terdekat seperti bidan desa atau dokter Puskesmas. Selain pantangan yang terlihat agak merugikan kebiasaan Orang
Rimba untuk tak mencemari air sungai dengan segala polutan yang
dihasilkan oleh manusia, mencegah kejadian diare yang berat. Kebiasaan
untuk buang air besar menggali tanah sebaiknya dihormati dan diikuti
oleh setiap mereka yang datang ke Bukit Dua belas. Kajian terhadap
kebiasaan Orang Rimba dan kaitannya dengan kesehatan masih terus
dilakukan selain untuk mengetahui apa kebutuhan mereka akan masalah
kesehatan juga masih banyak yang dapat kita pelajari untuk menjaga
sumber daya alam yang semakin hilang. Bagaimanapun kesehatan merupakan kebutuhan mendasar bagi semua orang termasuk di dalamnya Orang Rimba. Sehingga pemberian pelayanan kesehatan yang tulus sedikitnya akan bisa mengurangi penderitaaan mereka sebagai kelompok yang tersingkirkan bahkan di tanah mereka sendiri. |
Copyright © WARSI 1999 - 2013. All Rights Reserved. | log in | |