|
|||||||
|
|
|||||||
|
|||||||
|
There are thus six transmigration settlements situated along the highway between the South Sumatra and West Sumatra borders. Large-scale plantations are connected with the transmigration projects, and extensive clearance of forest has removed the habitat of the Orang Rimba. Their predicament is compounded by local Malay and migrant smallholders who seek land for food cultivation and rubber planting. Kawasan yang dilalui jalan lintas tengah Sumatera ini terletak di dataran rendah kaki bukit Barisan di bagian barat Propinsi Jambi. Jumlah keseluruhan Orang Rimba dari hasil survey pada tahun 1998 tercatat 1259 orang. Kawasan ini telah mengalami perubahan drastis setelah dibangunnya jalan lintas, sehingga membuka akses dan memfasilitasi masuknya berbagai kepentingan. Disepanjang jalan terdapat enam
lokasi transmigrasi, dan sejumlah perkebunan berskala besar yang
menyangkut proyek transmigrasi atau proyek lainya. Pembukaan hutan
secara besar-besaran tersebut telah menggusur Orang Rimba. Kondisi ini
ditambah parah dengan adanya pembukaan hutan oleh masyarakat melayu
setempat maupun pendatang untuk perladangan dan menanam karet. |
|
|||
|
Most of the Orang Rimba in the transmigration areas have lost their forest as well as their agricultural land. They thus represent the most marginalised segment of those Orang Rimba who have suffered loss of their traditional resources.
|
||||
Hutan tempat Orang Rimba mencari penghidupan dikawasan ini telah habis, sehingga mereka tidak lagi tinggal di dalam hutan, melainkan di tengah-tengah perkebunan sawit dan pemukiman transmigrasi. Orang Rimba yang berada di kawasan ini adalah "Sosok Orang Rimba" yang telah termaginalisasi akibat kehilangan sumberdaya mereka. |
||||
|
|
||||
|
Copyright © WARSI 1999 - 2007. All Rights Reserved. |
||||