Home > Action > Sauttua P. Situmorang

  SAUTTUA

 
     
Masuk Hutan, Siapa Takut!!
By : Sauttua P. Situmorang (Legal Officer Konsorsium Bukit Tigapuluh)
 
“Non Multa Sed Multum“
Adalah Lebih Baik Menghindarkan Perkara
Karena Berarti Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu
Akan tetapi Lebih Bijaksana Berperkara
Daripada Bertindak Main Hakim Sendiri
(Darwan Prinsit, SH)

 
Suara teleponku berdering: ”Hallo selamat siang!!!! Kami dari Warsi mengajak Anda untuk bergabung.” Spontan aku berteriak girang. Amin, itu doaku dalam hati. Terima kasih Tuhan karena perjuangan dan harapan untuk bergabung dengan KKI–Warsi tercapai sudah. Akhirnya aku bisa bersama lembaga ini, memperjuangkan lingkungan hidup dari pelaku-pelaku kejahatan lingkungan -istilah yang lagi trend. Melakukan advokasi untuk menjaga dan melindungi kawasan hutan yang tersisa di wilayah Jambi-Riau. Kegiatan advokasi pada Taman Nasional Bukit Tigapuluh, untuk memperjuangkan rasionalisasi TNBT.
 
Desa Keritang, Aku disebut sebagai: ”Pengawas Bukit Tigapuluh”
Desa yang cukup lama aku fasilitasi, yang tiap bulannya harus dilakukan kunjungan atau fasilitasi kegiatan dan sosialisasi rasionalisasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Desa Keritang berada di Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir (INHIL) Propinsi Riau. Merupakan salah satu desa dalam prioritas usulan rasionalisasi TNBT karena merupakan wilayah bekas eks HPH PT. SWS/Sura Asia. Jadi, masuk hutan bukanlah suatu hal terbaru bagiku karena sejak sekolah dan kuliah adalah bagian aktifitasku.
 
Yang pasti, semua pekerjaan beresiko. Bukan hanya di hutan lho. Semua tergantung kita bagaimana meminimalisirnya. Dan untuk proyek ini aku berharap, agenda usulan rasionalisasi TNBT segera terwujud. Tentunya dengan  dukungan seluruh pihak mulai masyarakat, pemerintah daerah hingga pusat. Sehingga, hutan kita lestari.
 
Ada hal berkesan, selama hampir dua tahun aku bertugas di desa Keritang yang juga mengakhiri tulisan ini. Adalah ketika seorang warga desa memberikan sepucuk surat. Entah apa maknanya, namun aku cukup senang. Kata beberapa orang sih, itu surat dari seorang gadis yang menaruh simpati padaku.
Begini Petikannya:

                        Sebelum menggali buah bengkuang
                        Galilah dahulu buah kenari
                        Sebelum mencari kesalahan orang
                        Carilah dahulu kesalahan sendiri
 
                        Kalau pandai menjala ikan
                        Belida dapat sepatpun dapat
                        Kalau pandai menjaga teman
                        Saudara dekat sahabatpun dapat
 
                        Dalam meniup ingatlah api
                        Dalam makan ingatlah tulang
                        Dalam hidup ingatlah mati
                        Dalam berjalan ingatlah pulang
 
                        Kalau hendak pergi ke kuala
                        Bawalah jernah beserta pukat
                        Kala hendak berbudi mulya
                        Banyakkan amal serta ibadah

 
Aku bingung, harus bagaimana memaknainya. Apakah itu ungkapan ”rasa” ataukah nasihat belaka. Atau jangan-jangan, aku sendiri yang berlebihan menanggapinya. Ah, terlepas itu semua, kusikapi dengan pandangan positif saja. Bagiku, di mana pun aku berada dan apapun yang kulakukan akan kulakukan yang terbaik. Ayo Kerja!

 


 

 

Copyright © WARSI 1999 - 2007.  All Rights Reserved.